Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto saya
Penulis, Pebisnis Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

5 KESALAHAN DALAM MENYUSUN RENCANA BISNIS

5 KESALAHAN DALAM MENYUSUN RENCANA BISNIS


Dalam merintis sebuah usaha, keberadaan rencana bisnis (business plan) ibarat peta perjalanan yang akan mengantarkan para pelaku usaha menuju gerbang kesuksesan. Bahkan saking pentingnya peranan business plan bagi perjalanan sebuah usaha, bisa dikatakan hal tersebut menjadi modal utama yang dibutuhkan para pelaku usaha untuk membangun kerajaan bisnisnya.

Karena itu, perencanaan bisnis harus disusun dengan cermat dan tepat agar perjalanan bisnis Anda kedepannya juga bisa berjalan dengan lancar. Nah, untuk menghindari adanya kesalahan dalam penyusunan rencana bisnis. Pekan ini sengaja kami informasikan 5 kesalahan yang sering dilakukan para pemula dalam menyusun rencana bisnis.

1. Pertama, mengumbar informasi yang berlebihan. Dalam membuat perencanaan bisnis, tentunya tidak perlu setebal buku kamus Bahasa Inggris. Yang terpenting adalah mencantumkan poin-poin kunci dari rencana bisnis yang akan Anda jalankan, dan menunjukan seberapa besar prospek bisnis yang dimiliki peluang bisnis tersebut di masa-masa yang akan datang. Ingat, tujuan Anda membuat rencana bisnis bukan untuk memperlihatkan seberapa luas pengetahuan Anda, namun sebagai acuan bagi Anda untuk menjalankan roda usaha.

2. Kedua, analisa keuangan yang kurang realistis. Tak bisa kita pungkiri bila poin ini menjadi salah satu elemen penting yang perlu Anda perhatikan dengan cermat dan tepat. Buatlah detail keuangan yang masuk akal, dan sesuai dengan kondisi pasar di sekitar Anda. Jika rencana keuangan yang Anda buat terlalu agresif dan kurang konsisten terhadap pertumbuhan industri yang ada, tidak menutup kemungkinan bila perhitungan Anda pun dipertanyakan tingkat keseriusannya.

3. Ketiga, memiliki target pasar yang masih samar. Selain aspek keuangan, rencana pemasaran juga menjadi kunci sukses sebuah usaha. Dalam hal ini, Anda harus jeli membidik pangsa pasar dan berusaha memenuhi kebutuhan konsumen untuk menciptakan sebuah peluang. Namun sayangnya, belum semua pelaku usaha membidik konsumennya dengan tepat, sehingga tidak heran bila ada sebagian pengusaha yang masih kebingungan menemukan konsumen potensial bagi perusahaannya.memulai usaha.

4. Keempat, rendahnya analisa persaingan. Sebagai seorang pelaku usaha, tentunya Anda tidak hanya dituntut untuk memperhatikan faktor internal (dalam) saja, tetapi juga memperhatikan faktor eksternal yang cukup mempengaruhi perkembangan bisnis Anda kedepannya. Contohnya saja seperti memperhatikan bagaimana persaingan bisnis di sekitar Anda dan bagaimana rencana Anda untuk bersaing dengan mereka. Karena itu dalam membuat perencanaan bisnis, kenali siapa saja kompetitor Anda dan pahami strategi bisnis mereka, serta cari tahu pula apa keunggulan dan kelemahan yang mereka miliki.

5. Kelima, riset yang kurang optimal. Agar bisa memulai usahanya lebih cepat, tak jarang para pelaku usaha mengabaikan riset pasar dan tidak meluangkan waktunya untuk memeriksa kembali pernyataan yang mereka tulis di perencanaan bisnis. Kesalahan inilah yang sering dilakukan para pelaku usaha, sehingga pada akhirnya apa yang mereka rencanakan kurang sesuai dengan kondisi pasar yang ada saat ini. Untuk itu, pastikan riset pasar Anda benar-benar akurat, up to date, dan dapat dipertanggungjawabkan kedepannya.

KEBERANIAN MENJADI KUNCI SUKSES PENGUSAHA

 KUNCI SUKSES PENGUSAHA





Dalam merintis sebuah usaha, tak jarang kita menemukan berbagai macam kendala yang bisa menghambat jalannya usaha. Kegagalan, persaingan, dan beragam tantangan lainnya, bahkan telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan bisnis yang kita jalankan.

Melihat kondisi tersebut, tidaklah heran bila sekarang ini para pengusaha dituntut harus bisa tahan banting dalam menghadapi segala tantangan dan memiliki keberanian yang cukup kuat untuk melangkah menuju gerbang kesuksesan.

Nah, untuk membantu para pemula dalam merintis bisnisnya. Berikut ini kami informasikan beberapa keberanian yang dibutuhkan para pengusaha untuk mencapai puncak suksesnya.

1.Berani Bermimpi

Keberanian awal yang harus dimiliki para pengusaha adalah keberanian untuk memiliki sebuah mimpi besar. Jangan pernah takut untuk bermimpi, karena pada dasarnya semua hal berawal dari sebuah mimpi. Contohnya saja seperti kesuksesan Soichiro Honda sang raja jalanan yang berhasil menciptakan sepeda motor dengan merek Honda dari sebuah mimpi besar yang Ia miliki. Tidaklah heran bila ada istilah yang mengatakan “Dengan mimpi kita bisa menggenggam dunia.”

2. Berani Melangkah

Tidak hanya berani bermimpi, namun para pengusaha juga dituntut untuk mulai berani melangkah menghadapi semua tantangan. Bila dulunya sebagian besar pengusaha masih takut gagal dalam merintis sebuah usaha, kini mereka harus menepis perasaan tersebut dan mulai merencanakan bisnisnya dengan matang untuk mencapai sebuah kesuksesan. Keberanian seperti ini bisa kita lihat dari kesuksesan Tirto Utomo sang pendiri Aqua, yang berhasil mempopulerkan air minum kemasan sejak tahun 1973. Padahal, saat itu konsumen masih sangat asing dengan produk air minum kemasan, karena pada dasarnya komoditas air di Indonesia cukup melimpah dan disediakan alam secara gratis.

3. Berani Bersaing

Setelah berani melangkah, selanjutnya para pengusaha didorong untuk berani bersaing mengalahkan ramainya kompetisi pasar yang ada. Jadikan persaingan tersebut sebagai pemacu atau sebuah motivasi bagi diri Anda, sehingga kedepannya Anda semakin semangat dalam menjalankan usaha dan lebih tertantang untuk memenangkan persaingan pasar. Contohnya saja seperti kesuksesan produk Indomie yang sampai sekarang ini masih digemari para konsumen, meskipun belakangan mulai banyak merek mie instan lainnya yang ikut meramaikan pasar.

4. Berani Berbeda

Menampilkan sesuatu yang berbeda tentunya menjadi salah satu kunci sukses Anda dalam menjalankan sebuah usaha. Bahkan tak jarang para pelaku usaha sengaja menampilkan keunikan tertentu untuk memenangkan persaingan pasar yang mereka hadapi saat ini. Karenanya sebagai calon pengusaha sukses, pastikan bahwa Anda tidak pernah takut untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berani menawarkan produk yang berbeda untuk membidik pangsa pasar yang masih potensial. Dalam hal ini Anda bisa mencontoh strategi bisnis yang cukup unik seperti bisnis martabak mini, keripik setan, atau penyedia bisnis jasa kurir ASI dan spa bayi yang belakangan ini mulai merebut perhatian para konsumen.

Ken Kutaragi - Pembuat PlayStation

Ken Kutaragi - Pembuat PlayStation




Nama : Ken Kutaragi
TTL : Tokyo, Jepang / 8 Agustus 1950
Ken Kutaragi sejak kecil selalu mendapatkan nilai 100 di setiap pelajaran di sekolahnya. Ia tergolong murid yang rajin dan pintar. Kondisi keuangan keluarganya tidak melimpah, alias sederhana. Keluarganya membangun bisnis sendiri, yaitu percetakan di pabrik kota.

 Hobinya sejak kecil adalah mengutak atik barang-barang mekanik. Sepulang sekolah, ia selalu menyempatkan mampir ke pabrik tersebut untuk sekedar menyalurkan hobinya dalam hal mekanik. Setelah mendapatkan gelar Insinyur Elektronika di Universitas Denki Tsushin, dengan mudahnya ia mendapat tempat di perusahaan Sony.

Ia terkenal sebagai problem solver yang luar biasa. Pada suatu hari, Kutaragi melihat putrinya bermain famicom. Tiba-tiba terlintas di benaknya untuk menciptakan sebuah video game. Namun keinginannya yang sudah tak tertahankan tersebut ditolak oleh Sony.

Namun, Nintendo yang notabene saingan terberat Sony mencium potensi video game yang akan dibuat oleh Kutaragi. Nintendo kemudian menawarkan kepada Kutaragi untuk membuat chip SPC700 secara diam-diam. Kutaragi menerima tawaran tersebut. Namun, Sony mengetahui hasil kerja Kutaragi. Kutaragi nyaris dipecat oleh Sony jika CEO Sony tidak mengampuni. Bahkan Sony akhirnya mengijinkan Kutaragi untuk menyelesaikan pembuatan video game tersebut.

Lalu, Kutaragi meminta Sony membiayai riset pembuatan Super NES CD (teknologi yang diaplikasi untuk PlayStation). Awalnya para petinggi Sony menolaknya, namun lagi-lagi CEO Sony Norio Ohga mendukung pembiayaan tersebut. Akhirnya pada tahun 1990-an, Sony berhasil meluncurkan produk PlayStation. PlayStation yang awalnya diragukan mengalahkan Nintendo maupun SEGA, akhirnya dapat menjadi video game terlaris. Tak heran jika Kutaragi menjadi Presiden Sony Computer Entertainment pada tahun 1997.


5 CARA UNIK UNTUK BERHENTI MEROKOK

5 CARA UNIK UNTUK BERHENTI MEROKOK




Menghentikan kecanduan akan rokok memang tidak mudah dilakukan. Untuk menghentikan kecanduan ini berarti Anda pun harus mengubah gaya hidup.

Oleh karena itu hentikan kecanduan akan rokok secara perlahan dengan langkah alami berikut :

- Mengunyah jeruk nipis
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Medical Association of Thailand menerangkan bahwa jeruk kandungan jeruk nipis dapat menghentikan Anda akan kecanduan rokok dan dapat menghilangkan racun nikotin di dalam tubuh.

- Menghirup bau lada hitam
Seperti dilansir dari care2. com, menghirup aroma minyak atsiri yang terbuat dari lada hitam dapat sevara efektif menekan keinginan untuk merokok.

- Berolahraga
Selain membuat tubuh lebih sehat, olahraga dapat mematikan hasrat Anda untuk merokok.

- Akupuntur
Salah satu pengobatan alternatif ini selain dapat menyembuhkan tubuh dari insomnia, batuk, sembelit, kelelahan, dan depresi juga dapat mematikan saraf yang membuat Anda selalu ingin merokok.

- Pijat
Siapa yang tidak suka pijat? Pijat dapat membuat tubuh Anda sehat karena akan melancarkan aliran darah di dalam tubuh. Selain itu pijatan di saraf tangan dan telinga telah terbukti dapat mengurangi keinginan Anda untuk merokok.

Berhenti merokok bukanlah hal yang sulit apabila Anda mau berkomitmen dengan diri Anda untuk mewujudkan hidup yang lebih sehat.

Bill Gates - Pendiri Microsoft

Bill Gates - Pendiri Microsoft
Nama : William Henry Gates III
TTL: Seattle, Washington / 28 Oktober 1955
Ayah : William Henry Gates ,Sr.,
Ibu : Mary Maxwell
Istri : Melinda Gates
Anak : Jennifer Katharine Gates
Rory John Gates
Phoebe Adele Gates
Pekerjaan : Chairman Microsoft
Co-Chair Bill & Melinda Gates Foundation
Tempat Tinggal : Amerika Serikat
Bill Gates adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya merupakan pengacara terkenal di kota, dan ibunya seorang pegawai First Interstate Bank, Pacific Northwest Bank dan anggota Tingkat Nasional United Way. Sejak kecil, Bill menunjukkan tanda-tanda menjadi seseorang yang akan dikenal dan disegani di seluruh dunia. Ia sangat cerdas dibanding teman-temannya.


Awal mula ia menyukai komputer adalah saat ia bersekolah di Lakeside School. Ia mulai berkenalan dengan komputer yang saat itu masih berukuran jumbo dan masih jarang nan langka dimiliki oleh setiap rumah. BASIC, bahasa pemrogaman sudah menjadi camilan baginya.


Setelah lulus dari SMA, Bill melanjutkan ke Harvard University. Di sana ia berkenalan dengan penggila komputer yang bernama Paul Allen. Karena kesamaan hoby, dengan mudah mereka bisa sharing pengetahuan mengenai komputer. Hingga pada akhirnya, mereka berdua sepakat mendirikan kerajaan software "MICROSOFT" pada tanggal 4 April 1975. Microsoft bersaing dengan IBM dan Apple. Microsoft memiliki visi "Setiap komputer di setiap meja dan Microsoft di setiap komputer".
Versi Windows :
Windows 1.0
Windows 2.0
Windows 2.1
Windows 3.0
Windows 3.1
Windows for Workgroups 3.11
Windows NT
Windows 95
Windows NT 4.0
Windows 98
Windows 2000
Windows Millennium Edition (ME)
Windows XP
Windows Server 2003
Windows Fundamental for Legacy PCs
Windows Vista
Windows Home Server
Windows Server 2008
Windows 7
Bill Gates tidak ingin terjerumus dalam kekayaan semu, ia mendirikan yayasan sosial Bill & Melinda Gates Foundation dan menyumbangkan sebagian besar hartanya. Pada tahun 2000, Bill mengundurkan diri dari CEO Microsoft dan memberikan jabatannya kepada teman karibnya Steve Ballmer. Pada tahun 2008, Bill mengundurkan sebagian besar jabatannya di Microsoft namun tetap sebagai ketua dewan direktur.

Success Story‬

Kisah Sukses Rusdi Raisa, Modal Kecil omzet Ratusan Juta



Rusdi Raisa 27 tahun, Seorang Pria asal Garut ini memulai bisnis pada 2006 ketika duduk di tingkat awal kuliah di Universitas Islam Bandung. Ia berpikir untuk mencari uang tambahan sebagai uang jajan di kampus. Kemudian terbetiklah usaha aksesori dari kulit. Alasannya sederhana, karena dia memang penggemar aksesori dari kulit.

“Waktu itu modal awal saya Rp 50 ribu. Saya beli limbah kulit 2 kg seharga Rp 20 ribu. Sisanya yang Rp 30 ribu saya pergunakan untuk membeli lem dan perlengkapan produksi lainnya,”
Kulit yang dibeli adalah kulit limbah dengan potongan kecil, maka Rusdi harus memutar otak agar kulit tersebut tetap bisa dijadikan kerajinan dengan jumlah yang banyak. Akhirnya dia memutuskan membuat tempat ponsel. Dari 2 kg limbah kulit tersebut, dia berhasil membuat 70 tempat ponsel.

Bermodal keterampilan yang dia dapat dari teman-temannya para pengrajin kulit, dia membuat tempat ponsel yang unik dan tidak ada di pasaran yaitu membuat tempat ponsel dengan jahitan kulit, bukan jahitan benang.

Ketika dibawa ke kampus, ternyata banyak teman-temannya yang menyukai produk buatan tangan Rusdi. Rusdi menjual per buah tempat ponsel tersebut seharga Rp 50 ribu. Hebatnya semua barang dagangannya laku.
Memulai bisnis dengan modal cekak, hanya Rp 50 ribu ketika membangun brand D’Russa, namun kini omzet bisnisnya hingga Rp 250 juta/bulan.

Kisah Sukses Rusdi Raisa D RussaDari modal Rp 50 ribu tersebut dia mendapatkan keuntungan lebih dari Rp 2 juta. Dari situ Rusdi mengembangkan usahanya ke produk yang lebih mahal untuk mencari keuntungan lebih besar. Dia kemudian mengganti produksi tempat ponsel menjadi jaket kulit dengan harga jual Rp 650 ribu per jaket.

Usahanya makin bertumbuh dengan usaha jaket ini. Suatu hari di tengah produksi jaket, ada seorang pemesan yang ingin membuat tas di tempatnya.
Setelah pesanan pertama tersebut, ternyata banyak orang menyukai model tas D’Russa karya tangannya. Pesanan tas pun mengalir mengalahkan produksi jaket. Sejak 2009 Rusdi memutuskan untuk fokus pada produksi tas. Ia bisa lebih banyak mengeksplorasi model tas dibanding dengan model jaket.

Nama D’Russa merupakan kependekan dari namanya sendiri yaitu Rusdi Raisa. Kata awal nama depannya dan kata akhir nama belakangnya jika digabung menjadi Russa. Agar terlihat keren ditambah D’ di depannya. Dari situlah nama D’Russa kemudian menjadi brand yang berhasil dikembangkan oleh Rusdi.

Saat ini Rusdi memiliki 23 karyawan dan separuhnya (12 orang) adalah tenaga produksi. Dengan jumlah karyawan tersebut Rusdi bisa memproduksi sekitar 250 tas, 500 dompet dan 50 sepatu dalam sebulan.
Produk tas dijual dengan kisaran harga Rp 650 ribu-Rp 4 juta, sepatu Rp 650 ribu-Rp 2,5 juta dan dompet Rp 250 ribu-Rp 650 ribu. Setiap bulannya Rusdi bisa meraup omzet kurang lebih Rp 250 juta.

Apa yang diraih Rusdi adalah sebuah proses panjang dari usaha yang dibangun dengan modal sangat terbatas. Tentu tak hanya berisi kisah manis ketika membangunnya.
Rusdi mengaku belajar banyak dari setiap kesalahan sehingga dia bisa membesarkan usahanya seperti sekarang. Saat ini D’Russa sudah memiliki 1 toko-kantor di Bandung, dua buah toko di Jakarta dan sebuah bengkel di Garut.

“Mimpi saya nanti bisa membuka toko di Bali dan kemudian Australia,” kata Rusdi.
Salah satu cerita pahit untuk mencapai titik ini adalah bagaimana mengukur kemampuan diri. Pernah Rusdi mendapat order pembuatan tas dari sebuah bank daerah. Dia pun langsung menyanggupi, meski waktu itu jumlah pesanan cukup banyak dan waktu terbatas.
Ternyata waktu yang ditentukan tidak mencukupi untuk menyelesaikan jumlah pesanan tersebut. Akhirnya produksi D’Russa tidak lolos kontrol kualitas dan pihak bank hanya mau membayar 30% dari jumlah yang seharusnya dibayar.

“Waktu itu saya rugi lumayan besar dan harus jual motor untuk menutupi ongkos produksi,” kata Rusdi.
Dari kasus tersebut Rusdi lebih berhati-hati dalam menyanggupi pesanan konsumen. Bila memang dia tidak mampu mengerjakan pesanan tersebut maka dia akan menolaknya. Salah satu proyek yang ditolak oleh Rusdi adalah pesanan 22 ribu tas dari Jepang, meskipun jumlahnya menggiurkan. Dia berpikir bengkel produksinya yang semua dilakukan secara handmade tak akan mampu menyelesaikan pesanan tersebut dalam waktu yang ditentukan.

Dari pengalaman pahit tersebut Rusdi sekarang menjalankan usahnya dengan lebih tenang. Tak mau memaksakan diri meskipun laba yang bakal didapat terlihat menggiurkan. Semua harus kembali kepada kemampuan perusahaan dan staf yang mendukungnya.

Dari interaksi dengan pelanggan juga Rusdi terus meningkatkan layanan. Salah satunya tentu saja perbaikan kualitas produk. Dengan produk yang semakin baik, D’Russa berani memberikan garansi dengan rentang masa 1-5 tahun.


Biografi Ronny Lukito - Pengusaha Tas Eiger

Biografi Ronny Lukito - Pengusaha Tas Eiger




Bagi pecinta alam, tentu tak asing dengan nama Eiger. Sebuah produk peralatan outdor dan tas yang banyak digemari pecinta alam maupun anak muda karena kualitas dan ketahanannya. Meski namanya Eiger, merek ini merupakan merek asli Indonesia. Eiger didirikan oleh Ronny Lukito seorang pengusaha tas yang lahir pada tanggal 15 Januari 1962 di Bandung, Ronny Lukito adalah anak ketiga dari enam bersaudara. Ia satu-satunya anak laki-laki yang lainnya adalah perempuan dalam keluarga pasangan Lukman Lukito – Kumiasih. Ronny berdarah campuran Buton, Sumatera dan Jakarta itu mempunyai orang tua yang menyambung hidup dengan cara berjualan tas. Ronny Lukito adalah seorang anak dari keluarga yang memprihatinkan. Orangtuanya bukanlah dari kaum berada. Di masa remajanya Ronny tinggal di Bandung. Dia adalah sebuah sosok pemuda yang rajin dan tekun, dia bukan seorang lulusan perguruan tinggi negeri ataupun perguruan tinggi swasta favorit, dia hanyalah seorang lulusan STM (Sekolah Teknologi Menengah).
Sebenarnya dia sangat ingin sekali melanjutkan studinya di salah satu perguruan tinggi swasta terfavorit di Bandung, namun keinginannya itu tidak menjadi kenyataan karena terbentur masalah keuangan. Semenjak bersekolah di STM Ronny terbiasa berjualan susu yang dibungkus dengan plastik kecil, diikat dengan karet dan kemudian dia jual ke rumah-rumah tetangga dengan sepeda motor miliknya. Masa remaja Ronny di Bandung dilewati dengan penuh kesederhanaan dan kerja keras yang jauh dari kehidupan serba ada. Hidup ditengah keluarga yang pas-pasan, tidak membuat Ronny menyerah pada keadaan. Orang tuanya yang memiliki toko kecil khusus menjual tas, membuat Ronny terbiasa melihat secara langsung proses produksi sebuah tas. Bahkan Ia beserta saudaranya sering terjun langsung membantu orangtuanya dalam menjalankan bisnis tersebut. Dari mulai proses packing tas, merapikan tas-tas yang di display, serta menjadi kasir ketika ada pembeli yang membayar. Pengalaman itulah yang menjadi langkah awal Ronny untuk membuka Peluang bisnis tas, mengikuti jejak kedua orang tuanya. Saat masih remaja sebenarnya Ronny tak berpikiran untuk menjadi pengusaha. Ayahnya pun tak pernah mengarahkan Ronny agar menjadi pengusaha. Namun setamat STM, ia harus berpikir realistis dalam melihat perekonomian keluarga. Ia kan memprioritaskan membantu orangtuanya jualan di toko.
Sejak tahun 1976, ketika Ronny duduk di bangku STM, toko ayahnya tersebut mulai menjual tas hasil karya sendiri. Saat itu merek tas produknya bernama Butterfly. Nama ini diambil dari merek mesin jahit buatan China yang mereka pakai. Ronny sendiri membantu membeli bahan ke toko tertentu atau mengantarkan barang dagangan ke pelanggan mereka. Malahan, sebelum berangkat sekolah, Ronny jualan susu. Setelah pulang sekolah, Ronny kerja di bengkel motor sebagai montir. Jiwa entrepreneur yang dimilikinya sejak duduk dibangku sekolah, membuat lelaki kelahiran Bandung ini mudah menyerap ilmu dari ayahnya. Tak lama setelah bekerja di toko milik sang ayah, Ia pun memulai peluang bisnis pembuatan tas sendiri.
Tahun 1979, Ronny ingin kuliah, seperti impiannya selama ini. Namun dia melihat bahwa orangtuanya tidak sanggup membiayai dirinya kuliah. Oleh sebab itu, dia membantu perekonomian keluarga. Ronny mulai mengembangkan bisnis tersebut. dia mulai memasukkan tasnya ke Matahari. Meski hanya mendapatkan order sedikit Ronny kembangkan usahanya terus menerus. Dengan modal kurang dari satu juta rupiah, Ronny membeli dua mesin jahit, peralatan jahit, dan sedikit bahan baku pembuatan tas. Dibantu dengan satu orang pegawai bernama Mang Uwon, Ronny memproduksi tas. sekitar tahun 83-84 Ronny berkeinginan memasukkan produk ke Matahari, saat di awal awal mengajukan sebagai pemasok itu, Ronny ditolak terus oleh bagian pembelian, baru sampai mengajukan ke 13, permohonan ronny memasukkan Produk tasnya diterima, saat itu pun, nilai tas yang dijual tidak sampai 300 ribu.
Ronny terjun sendiri ke daerah-daerah untuk mencari mitra-mitra pengecer baru guna membuka pasar baru. Ia rajin keliling daerah. Dia membuang kemalasan dan sadar bahwa masa depannya ditentukan pada momen itu. Dia berangkat ke kota-kota lain untuk mempromosikan dan membangun jaringan pemasaran. Walaupun masih dalam tahap awal memulai usaha, ia merasa tidak begitu menguasai pengetahuan dunia usaha dan pemasaran sehingga ia putuskan untuk menggunakan jasa seorang konsultan. Ronny banyak belajar secara privat mengenai pengetahuan manajemen dan juga mengambil kursus manajemen keuangan. Bila ada seminar atau kursus yang menurutnya bagus, Ronny juga berusaha untuk menghadirinya. Membaca buku-buku yang relevan untuk pengembangan diri juga terus dilakukan.
Pada tahun 1984, akhirnya Ronny membeli rumah tambahan seluas 600m2 untuk menambah ruang produksinya. 2 tahun kemudian tahun 1986 Ronny membeli tanah seluas 6000m2 untuk menambah lagi ruang produksi. Setelah menikah tahun 1986, dia merekrut marketing professional. Dengan perjuangan yang gigih dan tak mengenal lelah, dia mengetahui peluang pasar karena dia tahu persis luar dalam bisnis tas ini termasuk hal-hal di lapangan, dia tahu kendala apa saja dan lika liku di lapangan. Akhirnya cita-cita Ronny untuk menjadi pemain terbesar di dalam bisnis tas tercapai. Mulai dari Matahari, Ramayana, Gunung Agung, Gramedia, dan dept. store besar lainnya menjual produk Ronny seperti Eiger, Export atau Bodypack. Kalangan praktisi bisnis tas pasti tahu bahwa kini B&B Inc. milik Ronny merupakan salah satu perusahaan nasional terbesar. Tak berhenti di situ, sekarang perusahaan Ronny juga sudah memproduksi jenis lain seperti dompet, sarung handphone, dan berbagai jenis produk lain. Salah satu kebiasaan Ronny yang baik adalah kemauannya untuk belajar dan mengembangkan diri. Ia tak merasa malu atau gengsi untuk bertanya bila memang ia tidak tahu. Dengan cara inilah dia bisa berkembang dan sukses sampai sekarang.
Eiger pertama kali diproduksi pada tahun 1993. Nama Eiger sendiri diambil dari nama Gunung Eiger di Swiss dan dicetuskan oleh pemilik Eiger, Ronny Lukito. Eiger ditujukan untuk peralatan kegiatan outdoor, seperti mendaki gunung, kemah, panjat tebing dan aktifitas lainnya yang masih menyangkut masalah kegiatan luar. Ketekunan dan kerja kerasnya dalam menjalankan usaha, mengantarkan lelaki lulusan STM ini menjadi pengusaha sukses yang luar biasa. Terbukti bukan hanya berhasil membawa tas merek exsport hingga mancanegara, namun kini dibawah naungan B&B Inc. Ronny berhasil membawahi empat anak perusahaan besar antara lain PT. Eksonindo Multi Product Industry (EMPI), PT. Eigerindo MPI, PT. EMPI Senajaya dan CV Persada Abadi. Sederet merek tas ternekal pun, menjadi bukti nyata keberhasilan Ronny Lukito dalam menguasai pasar tas baik lokal maupun internasional. Membidik berbagai segmen pasar, Ronny pun mengembangkan sayapnya dengan memasarkan merek Eiger, Exsport, Neosack, Bodypack, Nordwand, Morphosa, World Series, Extrem, Vertic, Domus Danica serta Broklyn. Tak berhenti di situ, sekarang perusahaan Ronny juga sudah memproduksi jenis lain seperti dompet, sarung handphone, dan berbagai jenis produk lain. Salah satu kebiasaan Ronny yang baik adalah kemauannya untuk belajar dan mengembangkan diri. Ia tak merasa malu atau gengsi untuk bertanya bila memang ia tidak tahu. Dengan cara inilah dia bisa berkembang dan sukses sampai sekarang.
PT. Eksonindo Multi Product Industry milik Ronny Lukito telah berhasil membuat beberapa merk yang menguasai pasaran Indonesia dan luar negeri, seperti Libanon, Singapura, Filipina, dan Jepang. Masing-masing merk punya ciri khas dan target pasar yang berbeda. Merk tersebut diantaranya adalah:
Eiger
Eiger lahir tahun 1993. Nama Eiger yang diambil dari nama Gunung Eiger di Swiss dan dicetuskan oleh pemilik Eiger, Ronny Lukito. Eiger ditujukan untuk peralatan kegiatan outdoor, seperti mendaki gunung, kemah, panjat tebing dan aktifitas lainnya yang masih menyangkut masalah kegiatan luar.Saat pertama kali dibentuk, Eiger memulai dengan tas. Saat itu Eiger belum memiliki toko hanya sebatas rumah kontrakan yang difungsikan sebagai kantor. Pada tahun 1998 Eiger baru memproduksi produknya sendiri. Dengan diawali 2 tukang jahit kini Eiger sudah memiliki 800 penjahit dengan pabrik di Soreang, Bandung.
Exsport
Dengan melihat perkembangan tersebut perusahaan ini mulai membangun tempat produksi yang lebih luas di wilayah Kopo Bandung dengan areal 6.000 meter persegi serta diluncurkannya tas dengan mrek Exxon. Kemudian Ronny Lukito baru mengetahui bahwa kalau nama ini identik dengan nama perusahaan minyak Exxon Mobil Corporation, maka tak lama kemudian nama tersebut diganti dengan Exsport yang merupakan penggalan dari kata Export dan Sport. Pasaran Exsport ditujukan untuk anak muda khususnya remaja putri, dengan ciri warna dan desain yang khas.
Bodypack
Bodypack adalah produk desain yang difokuskan untuk menunjang aktivitas keseharian dunia modern yang tidak terlepas dari dunia teknologi digital di kalangan muda atau yang berjiwa muda. Baik ke kampus atau ke kantor dengan membawa laptop atau gadget lain yang sudah merupakan bagian dalam kesehariannya, melakukan perjalanan bisnis ke luar kota atau manca negara atau menyalurkan hobi memotret, Bodypack senantiasa terdepan di dalam memadukan kebutuhan konsumen secara spesifik dengan design style terkini yang semakin digemari oleh masyarakat luas. Bodypack: Digital Life Style!
Neosack
Neosack lebih ditujukan untuk tas perlengkapan sekolah untuk target remaja SLTP dan SMU.
XTREME
Xtreme adalah produk yang ditujukan untuk memenuhi kebutukan pengendara motor khsusnya pria, mulai dari ujung kaki sampai ujung kepala. Dengan tagline "The Ultimate Riding Gear", produk-produk Xtreme dibuat sesuai fungsi dan kebutuhan pengendara motor. tas XTREME sendiri memiliki disain Macho dan melambangkan ketangguhan pemakainya.
Nordwand
Senada dengan produk Eiger, Nordwand adalah produk yang ditargetkan untuk para petualang, dengan harga yang setingkat dibawah produk Eiger.
Setiap tahun, perusahaan ini memproduksi 2.500.000 tas dengan 8.000 desain yang berbeda, yang mereka harapkan akan merajai pasaran. Dengan dikeluarkannya bermacam-macam merk dengan fungsi dan nama yang lebih spesifik, diharapkan produk mereka tidak saling memakan dipasaran antara produk yang satu dengan yang lainnya. Maka tas yang dipakai untuk kegiatan naik gunung tentu akan berbeda pula. Model-model yang sedang tren di blantika mode internasional menjadi acuan perusahaan ini dalam mengeluarkan produk terbaru. Dengan dukungan para desainer jebolan dari berbagai macam universitas seperti diantaranya, ITB maupun Universitas Trisakti. Perusahaan ini setiap bulan setidaknya mampu mengeluarkan 40 model tas dan produk lainnya.